Dalam beberapa pertandingan pra musim Arema ISL, serta pertandingan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 ini, pihak Panpel Arema ISL kerap kali mengalami kerugian dikarenakan adanya kebocoran tiket. Ketua Panpel Arema ISL, Abdul Haris menyampaikan bahwa setiap Aremania harus memakai tiket gelang tersebut ketika datang dan masuk ke stadion Kanjuruhan.
“Aremania, penonton, harus memakai di tangan saat berada di dalam stadion, dan kalau bisa sampai laga berakhir. Tiket dianggap legal.Jadi akan kelihatan, siapa yang tidak pakai gelang di stadion, bisa diindikasikan masuk tidak bertiket, karena itu sanksinya adalah sanksi moral, akan malu masuk bila gelang tidak terpakai di tangan,” ujar Abdul Haris.
Karena ini awal, maka pria yang juga ketua UPTD Stadion Kanjuruhan ini meminta kepada Aremania untuk maklum bila nantinya masih banyak kekurangan. Tapi kekurangan itu akan diminimalisir oleh Panpel Arema ISL, agar saat penerapannya di lapangan nanti minim kesalahan.
Panpel Arema ISL sendiri sudah mempersiapkan tiket gelang tersebut secara matang. Mulai distribusi, kemudian pelaksanaan di lapangan, dan nantinya akan diadakan evaluasi.
Prosedur penggunaan tiket gelang tersebut, tak jauh berbeda dengan prosedur tiket pertandingan Arema ISL sebelumnya. Aremania tetap harus mengantri ketika memasuki stadion. Kemudian akan ada body check pakai lampu ultra violet (UV), untuk memastikan bahwa tiket tersebut adalah tiket yang asli.
Setelah itu akan ada sweeping dari petugas yang akan menggeledah barang-barang bawaan, sesuai dengan prosedur yang sudah berlaku selama ini. Setelah dipastikan itu tiket asli, maka akan langsung dipasangkan oleh petugas.
Kemudian dalam tahap akhir, petugas akan menyobek tiket yang nanti akan diundi. Udaian tiket tersebut adalah sebagai langkah pengamanan yang terakhir.
“Sehingga ada tiga jenis pengamanan ya, pertama memastikan bahwa tiket itu asli. Yang kedua pemakaian gelang oleh petugas. Dan yang terakhir, tentu tiket yang sah adalah tiket yang masih lengkap. Jadi tiket yang disobek nanti adalah bagian dari tiket yang asli. Sedangkan bila ada tiket dengan kondisi sudah disobek, maka akan kita pinggirkan dulu, kemudian kita proses,” pungkas Abdul Haris.
Panpel Arema ISL juga membedakan untuk tiga jenis kategori tiket gelang tersebut. Jadi warna untuk tiket VVIP, VIP, dan Ekonomi tentu berbeda. Namun untuk harga tiket tidak ada perubahan, sama seperti harga tiket sebelumnya yaitu Ekonomi Rp 25.000, VIP Rp 100.000 dan VVIP Rp 150.000. (dim/mia)


0 komentar: